Rabu, 30 Januari 2013

6 Tanda Orang Derita Anoreksia


Beberapa gejala gangguan makan yang dapat dilihat dengan jelas, antara lain: penurunan berat badan yang drastis, penolakan untuk makan, dan sering ke kamar mandi untuk waktu yang lama setelah makan. Namun, terkadang gangguan makan, seperti anoreksia atau bulimia, sulit untuk dideteksi. Berikut adalah tanda-tanda seseorang terkena masalah gangguan makan, seperti dilansir Health.

1. Merasa kurang percaya diri dengan bentuk tubuh

Pikiran negatif atau obsesif tentang ukuran tubuh merupakan faktor kunci yang menggambarkan masalah gangguan makan. "Hal ini biasanya terjadi di awal penyakit," kata Cynthia Bulik, PhD, seorang spesialis gangguan makan di University of North Carolina-Chapel Hill.

2. Olahraga berlebihan

Kebiasaan olahraga yang sangat berlebihan sering disebut sebagai "latihan anoreksia". Latihan fisik memang baik untuk tubuh, namun ketika itu dilakukan secara berlebihan justru bisa berbahaya bagi kesehatan. 

3. Takut makan di depan umum

Perasaan malu atau tidak percaya diri untuk makan di depan umum dapat dikaitkan dengan masalah gangguan makan. "Makan bisa menjadi sangat mencemaskan bagi seseorang dengan gangguan makan," tambah Bulik. 

4. Tumbuh rambut halus

Orang-orang yang telah merampas gizi dari tubuh mereka untuk waktu yang lama sering mengembangkan kelainan seperti tumbuhnya rambut halus pada lengan dan bagian lain dari tubuh. Rambut ini dikenal sebagai lanugo, yang diakibatkan adaptasi fisik yang berat karena hilangnya lemak tubuh. Hal ini terlihat pada beberapa orang yang menderita anoreksia.

5. Memasak makanan yang rumit untuk orang lain

Meskipun penderita anoreksia sering menolak untuk makan, mereka justru ingin melihat orang lain makan. Bahkan, tak sedikit dari mereka yang gemar memasakkan sesuatu yang rumit untuk orang lain. Ini mungkin merupakan bentuk kesenangan atau usaha mereka untuk makan melalui orang lain.

6. Kulit kering

Kulit kering dan jerawat, yang diakibatkan dehidrasi, merupakan salah satu tanda seseorang menderita anoreksia atau bulimia. Mulut kering, pipi dan mata cekung, serta ketidakseimbangan elektrolit yang parah juga dapat terjadi akibat kekurangan gizi.

Inilah enam tanda yang mengisyaratkan seseorang menderita masalah gangguan makan, terutama anoreksia atau bulimia. Kenali gejalanya sebelum semuanya terlambat!

Sumber :: Merdeka.com

Menahan Marah Bisa Sebabkan Serangan Jantung



Terkadang penyakit tak hanya berasal dari hal-hal yang bersifat fisik, tetapi juga mental. Kebanyakan orang tak menyadari bahwa penyakit yang mereka derita berasal dari rasa 'sakit' secara psikologis. Seperti halnya amarah, rasa cemas, dan ketakutan.
Penelitian di jerman menunjukkan bahwa kebiasaan memendam amarah, ketakutan, dan rasa cemas adalah penyebab penyakit kardiovaskular, serangan jantung, dan stroke, seperti dilansir oleh NBC News (29/01).
Peneliti di Health Psychologies mengamati 22 penelitian yang melibatkan 6.000 pasien dan menemukan bahwa kebanyakan orang menahan amarah mereka ketika berurusan dengan hal-hal yang membuat depresi. Mereka menemukan bahwa orang yang sering menahan kemarahan mereka memiliki detak jantung yang lebih cepat.
Selain itu, meski pasien tidak menunjukkan tanda-tanda cemas, sebenarnya tubuh mereka menunjukkan tanda-tanda ketakutan dan stres, seperti peningkatan hormon cortisol dan berkeringat, ungkap peneliti Marcus Mund, profesor di Friedrich Schiller University Jena, Jerman.
Bagaimana hal ini bisa terjadi? Sebuah eori menyatakan bahwa ketika seseorang menekan perasaan negatif, salah satu bagian sistem saraf, yaitu hypotalamic pituitary menjadi hiperaktif. Bagian sistem saraf ini akan melepaskan hormon stres, yaitu cortisol, yang lebih banyak dan meningkatkan tekanan darah.
Peneliti di Aichi University, jepang menyarankan agar seseorang berjalan-jalan sehari sekali untuk menurunkan tekanan darah. Berjalan-jalan santai juga bisa meredakan stres. Selain itu, ketika merasa marah, cemas, dan stres, sebaiknya Anda mulai mempertimbangkan untuk bicara dengan teman atau orang yang kepercayaan.
Sumber :: Merdeka.com

6 Jus 'Hijau' Penambah Energi Tubuh


Segelas jus segar memiliki dampak kesehatan serta manfaat gizi. Jus buah serta sayuran memiliki banyak protein dan vitamin yang terkandung di dalamnya. Itulah alasan mengapa banyak ahli kesehatan yang menyarankan untuk lebih sering mengonsumsi segelas jus buah atau sayuran secara teratur. Berikut adalah jus sehat yang dapat Anda coba di rumah, seperti dilansir Boldsky.

1. Jus pare

Jus pare sangat sehat karena dapat mengontrol diabetes dan juga membakar timbunan lemak dalam tubuh. Jika jus ini terlalu pahit untuk ditelan, tambahkan perasan lemon untuk menghilangkan rasa pahitnya yang tajam.

2. Jus bayam 

Jus sayuran berdaun hijau sangat kaya akan vitamin dan protein. Minum segelas jus bayam untuk membuat tubuh,kulit, rambut dan mata lebih sehat.

3. Jus kiwi 

Selain sehat, jus buah ini juga terbilang sangat lezat. Kiwi adalah buah yang dicari karena rasanya yang unik. Anda bisa menambahkan susu ke dalam jus kiwi untuk menguatkan rasa.

4. Jus brokoli 

Jus brokoli memiliki banyak manfaat gizi. Banyak orang mengonsumsi jus brokoli secara teratur untuk mendapatkan kulit yang bersinar dan juga melawan kanker. 

5. Jus seledri 

Jus ini memiliki efek kesehatan yang besar dan bersifat obat. Selain melawan kanker, seledri juga membantu pencernaan, menurunkan kolesterol jahat dan tekanan darah.

6. Jus daun peterseli

Daun peterseli dapat dikonsumsi sebagai sayuran mentah atau dibuat jus. Jus peterseli dapat menaikkan metabolisme tubuh, menyembuhkan anemia dan menghilangkan racun dari tubuh. Jus ini juga bertindak sebagai penyegar mulut alami.

Inilah enam jus hijau yang baik untuk kesehatan. Apalagi jika dikonsumsi secara teratur setiap hari. Selamat mencoba!

Sumber :: Merdeka.com

Sayuran berdaun hijau adalah sumber penyakit ?



Sudah banyak saran yang pasti sering Anda dengar agar lebih rajin makan sayuran berdaun hijau. Sebab sayuran jenis tersebut kaya akan serat, vitamin, dan mineral. Tetapi laporan terbaru dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat justru menyebutkan kalau sayuran hijau juga merupakan sumber penyakit. Benarkah?
Sebagaimana dilansir dari US News (29/01), CDC telah mengumpulkan 4.589 data yang berisi tentang kaitan antara makanan dan wabah penyakit yang menyerang manusia dari tahun 1998 sampai 2008.
Ternyata, buah-buahan dan sayuran bertanggung jawab atas 46 persen wabah penyakit tersebut. Bukan hanya itu, sayuran berdaun hijau diklaim menyumbang wabah penyakit paling besar di antara yang lain.
Sementara itu, untuk keluarga daging-dagingan, seperti unggas, sapi, dan babi, menyumbang kematian akibat wabah penyakit sebanyak 29 persen. Secara tidak langsung, adanya laporan ini seolah mengingatkan masyarakat agar tidak terlalu sering mengonsumsi sayuran hijau dan daging-dagingan.
Meskipun demikian, Dr Patricia Griffin, salah satu peneliti dari pemerintahan Amerika Serikat menyebutkan kalau masyarakat tidak perlu terlalu khawatir tentang penemuan ini.
"Semua makanan pada dasarnya menyehatkan. Tetapi, pastikan untuk mencucinya atau memasaknya dengan benar sebelum dikonsumsi," tegas Dr Griffin, seperti yang dikutip dariThe Daily News.
Misalnya, sebelum makan sayuran hijau, sebaiknya bersihkan atau masak dengan benar. Menyimpannya juga dibolehkan asal tidak dikemas dalam tempat yang kotor.
Kemudian untuk daging-dagingan, pastikan memasak dengan suhu yang tepat. Panduannya adalah 73 derajat Celsius saat memasak unggas, 62 derajat Celsius saat memasak daging utuh, dan 71 derajat Celsius saat memasak daging giling.
Sumber : merdeka.com

Minggu, 28 Oktober 2012

Lomba Poster


           Menurut Undang-Undang Kesehatan RI No. 23 Tahun 1992, Sehat adalah keadaan sejahtera tubuh, jiwa, sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Dalam era millenium saat ini, program unggulan Millenium Development Goals (MDGs) menjadi tema pokok pembangunan nasional. Khususnya dalam bidang kesehatan, program MDGs, mempunyai sasaran tertentu, yang bertujuan untuk mempercepat laju pertumbuhan dan pencapaian pembangunan derajat kesehatan masyarakat. Dewasa ini di Indonesia terdapat beberapa masalah kesehatan penduduk yang masih perlu mendapat perhatian secara sungguh-sungguh dari semua pihak antara lain: anemia pada ibu hamil, kekurangan kalori dan protein pada bayi dan anak-anak, terutama di daerah endemic, kekurangan vitamin A pada anak, anemia pada kelompok mahasiswa, anak-anak usia sekolah, serta bagaimana mempertahankan dan meningkatkan cakupan imunisasi.
Oleh karena itu bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-48, maka kami selaku organisasi Himpunan Kesehatan Masyarakat ingin menyelenggarakan Lomba Poster untuk mengetahui tingkat perhatian masyarakat khususnya pada siswa SMA mengenai masalah-masalah kesehatan yang ada di sekitar khususnya pada budaya perilaku hidup bersih dan sehat, melalui pengembangan minat dan bakat dalam bentuk seni poster.
buat kalian yang masih sekolah di SMA, atau punya adik, tetangga yang bersekolah SMA di Kota Surakarta dan HOBI GAMBAR,
ayooooo......ikuti iniiii :)

LOMBA POSTER HARI KESEHATAN NASIONAL 2012
Tingkat SMA Kota Surakarta
"Budayakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Demi Terwujudnya Indonesia Sehat"
tanggal pelaksanaan : 11 November 2012
batas pendaftaran : 31 Oktober 2012


 


Sabtu, 14 Juli 2012

Cegah Flu Burung pada Hewan Ternak dengan Temu Kunci

 
 
JAKARTA - Selain digunakan sebagai bumbu masakan, temu kunci ternyata memiliki manfaat lainnya. Di tangan lima mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) temu kunci dapat digunakan sebagai penangkal penyakit flu burung pada hewan ternak.

Adalah Mifta Rizkiani, Zaini Miftah, Micki Kurniawan, Fitrianisa Fathurohmah, dan Eli Muli Lestari. Kelima mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UMY berhasil mengembangkan tanaman Temu Kunci sebagai penangkal flu burung pada hewan ternak dan menjadi salah satu perwakilan UMY pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke 25 dalam kategori program Kreativitas Mahasiswa Penelitian (PKM-P).

Ketua tim Mifta Rizkiani mengungkapkan, temu kunci memang lebih dikenal sebagai bumbu masakan namun sebenarnya juga memiliki khasiat lain sebagai peningkat daya imun bagi hewan ternak agar terhindar penyakit. “Setelah dilakukan penelitian, ternyata tanaman temu kunci ini berkhasiat untuk mencegah hewan ternak terkena berbagai penyakit yang salah satunya adalah penyakit yang mematikan, yakni Flu Burung,” kata Mifta, seperti dinukil dari situs UMY, Sabtu (14/7/2012).

Penelitian yang berjudul ‘Uji Aktivitas Imunostimulator Temu Kunci (Boesenbergia pandurata (Roxb) pada Coturnix coturnix yang Terinduksi Vaksin AI (Avian Influenza) Subtipe H5N1 melalui Pengukuran Titer Antibodi’ ini telah memberikan terobosan baru tentang pencegahan penyakit Flu Burung pada hewan ternak secara dini. “Flu burung merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh unggas. Di Indonesia sendiri pada Januari 2004 terdapat kasus kematian ayam ternak yang luar biasa terutama di Bali, Jawa, dan Kalimantan Barat,” ujarnya menambahkan.

Dia menyebut, awal mula mereka melakukan penelitian tersebut ketika mereka melihat para peternak di daerah Kaliurang yang mencampurkan temu kunci pada pakan ternak mereka. “Kemudian kami melakukan penelitian ini untuk membuktikan kebenarannya secara ilmiah,”ungkapnya.

Mereka kemudian melakukan penelitian dengan mengukur titer antibodi Immunoglobulin Yolk (IgY) yang ada pada temu kunci. Pengembangan imunoterapi IgY yang ada pada temu kunci dengan memanfaatkan sistem imun unggas. “Kelebihan sistem IgY ini selain memberikan kekebalan pada induk unggas juga dapat memberikan kekebalan pasif pada keturunannya melalui telur. Embrio bangsa burung yang baru menetas mendapatkan imunitas pasif melalui transfer IgY induk dari serum ke kuning telur,” papar Mifta.

Metode yang mereka lakukan selanjutnya dengan membuat jus dari rimpang temu kunci. “Kami menggunakan rimpang temu kunci seberat 100 gram kemudian ditambah 10 ml air lalu diblender. Selanjutnya jika sudah selesai diblender lalu diambil airnya dengan diperas. Tahapan ini mampu menghasilkan sekitar 50 ml berwarna coklat pekat,” urainya.

Melalui metode jus rimpang tersebut diharapkan masyarakat bisa mempraktikannya sendiri. Kemudian bisa mencampurkannya pada makanan untuk ternak mereka. Mifta dan kawan-kawan berharap, melalui pemanfaatan tanaman temu kunci tersebut bisa menjadi sebuah terobosan baru dan berperan dalam pencegahan penyakit flu burung.(mrg)
sumber: http://kampus.okezone.com

Rabu, 04 Juli 2012

Tikus Tanah Kunci Awet Muda


Kendati tampak mengerikan, ilmuwan menemukan rahasia yang mungkin mampu mengubah pandangan Anda tentang tikus tanah. Ilmuwan melaporkan tikus tanah ini kunci awet muda.

Tikus tanah ini tidak tampak menarik dan awet muda. Kulitnya keriput, kakinya pendek dan gemuk, serta matanya rabun. Hewan ini banyak menghabiskan waktunya hidup di dalam tanah. Tikus biasa umumnya dapat hidup rata-rata hingga tiga tahun. Tapi, tikus tanah berbeda. Hewan ini bisa hidup 10 hingga 30 tahun.

Penelitian tentang tikus tanah ini dilakukan oleh ilmuwan Universitas Tel Aviv, Pusat Ilmu Kesehatan Universitas Texas di San Antonio, dan City College of New York. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Aging Cell.

Berbeda dengan manusia, spesies yang berasal dari Afrika Timur ini menunjukkan penurunan kondisi mental dan kesehatan fisik yang lambat seiring bertambahnya usia.

Hewan ini sanggup melakukan aktivitas fisik yang berat. Di usia tuanya, dia juga memiliki tulang yang kuat. Bahkan, tikus tanah manula tetap bisa menghasilkan anak.

Apa rahasia hewan kecil ini? Penelitian yang dilakukan ilmuwan Amerika Serikat dan Israel menunjukkan satu kunci yang tampak tidak biasa. Hewan ini memiliki NRG-1 dalam tingkat tinggi. Kandungan protein itu diyakini dapat melindungi sel syaraf tubuh.

Apa pengaruhnya bagi manusia? Penelitian ini bisa mengarah kepada temuan baru untuk menangkal penuaan. Gen hewan pengerat memiliki kesamaan 85 persen dengan manusia. Tikus tanah yang mengerikan ini bisa berpotensi menjadi rahasia Anda tampil awet muda.


sumber: vivanews